14 February, 2016

Kaitannya Jenggot dengan Islam Serta Manfaatnya Bagi Kesehatan

Berjenggot. Semenjak saya duduk di bangku kelas 3 SMK, saya mulai memelihara jenggot. Walaupun awalnya agak risih karena sering dikatain orang kalau keliatan tua, tapi sedikit demi sedikit saya mulai terbiasa dan terkesan cuek dengan omongan orang. Memang keputusan saya bukan tanpa alasan, jujur awalnya saya hanya sekedar ikut-ikutan orang tua/imam mushola disalah satu mushola di daerah saya. Untuk memantapkan keputusan saya akhirnya saya searching di internet tentang jengggot dan kaitannya dengan islam. Ternyata bukan sekedar sunnah nabi, ternyata jenggot juga punya manfaat bagi kesehatan. berikut saya jabarkan penjelasannya yang saya kutip dari facebook yang di posting oleh salah satu pengguna medsos tersebut. sumber ini pun saya kaitkan dengan beberapa referensi yang pernah saya baca.

Jenggot (lihyah) adalah rambut yang tumbuh pada kedua pipi dan dagu. Jadi, semua rambut yang tumbuh pada dagu, di bawah dua tulang rahang bawah, pipi, dan sisi-sisi pipi disebut lihyah (jenggot) kecuali kumis. (Lihat Minal Hadin Nabawi I’faul Liha, ‘Abdullah bin Abdul Hamid hal. 17)

Nabi Saja Berjenggot

Memelihara dan membiarkan jenggot merupakan syari’at Islam dan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Marilah kita lihat bagaimana bentuk fisik Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berjenggot.

Dari Anas bin Malik –pembantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam- mengatakan,

”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bukanlah laki-laki yang berperawakan terlalu tinggi dan tidak juga pendek. Kulitnya tidaklah putih sekali dan tidak juga coklat. Rambutnya tidak keriting dan tidak lurus. Allah mengutus beliau sebagai Rasul di saat beliau berumur 40 tahun, lalu tinggal di Makkah selama 10 tahun. Kemudian tinggal di Madinah selama 10 tahun pula, lalu wafat di penghujung tahun enam puluhan. Di kepala serta jenggotnya hanya terdapat 20 helai rambut yang sudah putih.” (Lihat Mukhtashor Syama’il Al Muhammadiyyah, hal. 13, hadits ini shohih)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam riwayat di atas dengan sangat jelas terlihat memiliki jenggot. Lalu pantaskah orang berjenggot dicela?!

Jalur Pacu Bandara Tunggul Wulung Tambah 500 Meter

CILACAP-Melengkapi standar pacu pesawat dengan ukuran lebih besar, Bandara Tunggul Wulung siap berbenah. Tidak tanggung-tanggung, landasan pacu pesawat direncanakan akan ditambah sekitar 500 meter.
Penambahan landasan pacu Bandara Tunggul Wulung dimaksudkan untuk menampung pesawat dengan ukuran berat. Pihak bandara merencanakan akan menambah pesawat terbang jenis ATR 72- 600. Bahkan maskapai penerbangan Garuda juga sudah siap untuk mendaratkan pesawatnya di bandara yang dulunya dibangun Pertamina ini.
Kepala Tata Usaha Bandara Tunggul Wulung Fajar Kristanto bahkan sudah mensosialisasikan ke pihak desa dan Pemkab Cilacap. “Sekitar dua minggu kemarin kita bahas dengan para perangkat desa,” bebernya.
Dia sangat pede dengan rencana tersebut akan meningkatkan pelayanan penerbangan. Direncanakan penambahan jalur pacu akan mengarah ke daerah Panembahan.
“Kita sedang berkoordinasi dengan Pemkab Cilacap dalam pembebasan lahan. Nanti dari kami akan membantu dalam hal pembangunan fisiknya,” ungkapnya.
Panjang landasan pacu sendiri sudah mencapai 1.400 meter dengan lebar 30 meter. “Untuk sementara baru satu maskapai penerbangan yakni Susi Air yang beroperasi di Tunggul Wulung,” ujarnya.
Kedepan Bandara Tunggul Wulung akan membuka rute Cilacap-Pondok Cabe. Dimana rute itu dari Garuda sudah menawarkan diri menyanggupi akan menjadi pesawat komersilnya.
Fajar menganggap dengan penambahan maskapai, akan membuka persaingan yang sehat. Sehingga diharapkan harga tiket dari Susi Air yang masih dikisaran Rp 1,2 juta bisa turun.
“Jadi persaingan itu akan membawa keuntungan bagi penumpang. Kita targetkan bisa turun hingga Rp 800 ribu per tiketnya,” terangnya.
Keseriusan penambahan jalan pacu direncanakan akan mampu untuk melayani 175.400 penumpang. Tahun 2014, Tunggul Wulung melayani 17.266 penumpang dengan rute penerbangan Cilacap-Halim Perdana Kusuma 2 kali sehari dan Cilacap-Semarang 1 kali sehari.
Dengan luas lahan sekitar 45 hektare, Bandara Tunggul Wulung menjadi kandidat yang menjanjikan sebagai lanud komersil di Jateng bagian selatan. Dengan bangga Fajar merinci berbagai sarana dan prasarana yang ada antara lain empat mobil Pemadam Kebakaran, Tower Airnav sebagai alat pengaturan lalu lintas udara dan ruang navigasi sebagai alat bantu pendaratan.
“Apron atau tempat parkir pesawat juga sudah kita tambah hingga mampu menampung empat sampai lima berjenis ATR 72-600,”ucapnya.
Proyek pelebaran apron baru tuntas di 2015 lalu. Untuk kendaraan Baggage Towing Tractor (BTT), diakuinya hanya sebatas pengoperasian manual dengan manusia. Alasannya jarak antara pintu ruang tunggu pesawat komersil masih terbilang dekat.
Sumber : Radar Banyumas
*Foto : Bandara Tunggul Wulung (CILACAP)

11 February, 2016

Saat Razia, Isi Tas Siswi SMA Ini Membuat Para Gurunya Menangis!

Pihak sekolah SMA Putri di kota Shan’a’ yang merupakan ibu kota Yaman menetapkan kebijakan adanya pemeriksaan mendadak bagi seluruh siswi di dalam kelas. Sebagaimana yang ditegaskan oleh salah seorang pegawai sekolah bahwa tentunya pemeriksaan itu bertujuan merazia barang-barang yang di larang di bawa ke dalam sekolah, seperti: telepon genggam yang dilengkapi dengan kamera, foto-foto, surat-surat, alat-alat kecantikan dan lain sebagainya. Yang mana seharusnya memang sebuah lembaga pendidikan sebagai pusat ilmu bukan untuk hal-hal yang tidak baik.
Lantas pihak sekolah pun melakukan sweeping di seluruh kelas dengan penuh semangat. Mereka keluar kelas, masuk kelas lain.

Sementara tas para siswi terbuka di hadapan mereka. Tas-tas tersebut tidak berisi apapun melainkan beberapa buku, pulpen, dan peralatan sekolah lainnya..

Semua kelas sudah dirazia, hanya tersisa satu kelas saja. Dimana kelas tersebut terdapat seorang siswi yang menceritakan kisah ini.

Seperti biasa, dengan penuh percaya diri tim pemeriksa masuk ke dalam kelas. Mereka lantas meminta izin untuk memeriksa tas sekolah para siswi di sana. Pemeriksaan pun dimulai..

Di salah satu sudut kelas ada seorang siswi yang dikenal sangat tertutup dan pemalu. Ia juga dikenal sebagai seorang siswi yang berakhlak sopan dan santun. Ia tidak suka berbaur dengan siswi-siswi lainnya, ia suka menyendiri, padahal ia sangat pintar dan menonjol dalam belajar..

Ia memandang tim pemeriksa dengan pandangan penuh ketakutan, sementara tangannya berada di dalam tas miliknya. Semakin dekat gilirannya untuk diperiksa, semakin tampak raut takut pada wajahnya.

Apakah sebenarnya yang disembunyikan siswi tersebut dalam tasnya?!

Tidak lama kemudian tibalah gilirannya untuk diperiksa..

Dia memegangi tasnya dengan kuat, seolah mengatakan demi Allah kalian tidak boleh membukanya!

Kini giliran diperiksa, dan dari sinilah dimulai kisahnya…

“Buka tasmu wahai putriku..”

Siswi tersebut memandangi pemeriksa dengan pandangan sedih, ia pun kini telah meletakkan tasnya dalam pelukan..

“Berikan tasmu..”

Ia menoleh dan menjerit, “Tidak…tidak…tidak..”

Perdebatan pun terjadi sangat tajam..

“Berikan tasmu..” …

“Tidak..”

“Berikan..”

“Tidak..”

Apakah sebenarnya yang membuat siswi tersebut menolak untuk dilakukan pemeriksaan pada tasnya?!

Apa sebenarnya yang ada dalam tas miliknya dan takut dipergoki oleh tim pemeriksa?!

Keributan pun terjadi dan tangan mereka saling berebut. Sementara tas tersebut masih di pegang erat dan para guru belum berhasil merampas tas dari tangan siswi tersebut karena ia memeluknya dengan penuh kegilaan!

Spontan saja siswi itu menangis sejadi-jadinya. Siswi-siswi lain terkejut. Mereka melotot. Para guru yang mengenalnya sebagai seorang siswi yang pintar dan disiplin terkejut melihat kejadian tersebut..

Tempat itu pun berubah menjadi hening..

Ya Allah, apa sebenarnya yang terjadi dan apa gerangan yang ada di dalam tas siswi tersebut. Apakah mungkin siswi tersebut…??

Setelah berdiskusi ringan, tim pemeriksa sepakat untuk membawa siswi tersebut ke kantor sekolah, dengan syarat jangan sampai perhatian mereka berpaling dari siswi tersebut supaya ia tidak dapat melemparkan sesuatu dari dalam tasnya sehingga bisa terbebas begitu saja..

Mereka pun membawa siswi tersebut dengan penjagaan yang ketat dari tim dan para guru serta sebagian siswi lainnya. Siswi tersebut kini masuk ke ruangan kantor sekolah, sementara air matanya mengalir seperti hujan.

Siswi tersebut memperhatikan orang-orang disekitarnya dengan penuh kebencian, karena mereka akan mempermalukannya di depan umum.

Karena perilakunya selama satu tahun ini baik dan tidak pernah melakukan kesalahan dan pelanggaran, maka kepala sekolah menenangkan hadirin dan memerintahkan para siswi lainnya agar membubarkan diri. Dan dengan penuh santun, kepala sekolah juga memohon agar para guru meninggalkan ruangannya sehingga yang tersisa hanya para tim pemeriksa saja..

Kepala sekolah berusaha menenangkan siswi malang tersebut. Lantas bertanya padanya, “Apa yang engkau sembunyikan wahai putriku..?”

Di sini, dalam sekejap siswi tersebut simpati dengan kepala sekolah dan membuka tasnya.

Di dalam tas tersebut tidak ada benda-benda terlarang atau haram, atau telepon genggam atau foto-foto, demi Allah, itu semua tidak ada!

Tidak ada dalam tas itu melainkan sisa-sisa roti..
Yah, itulah yang ada dalam tas tersebut.

Setelah merasa tenang, siswi itu berkata, “Sisa-sisa roti ini adalah sisa-sisa dari para siswi yang mereka buang di tanah, lalu aku kumpulkan untuk kemudian aku makan dengan sebagiannya dan membawa sisanya kepada keluargaku. Ibu dan saudari-saudariku di rumah tidak memiliki sesuatu untuk mereka santap di siang dan malam hari bila aku tidak membawakan untuk mereka sisa-sisa roti ini.."

"Kami adalah keluarga fakir yang tidak memiliki apa-apa. Kami tidak punya kerabat dan tidak ada yang peduli pada kami..," ujar siswi tersebut sambil menunduk malu.

"Inilah yang membuat aku menolak untuk membuka tas, agar aku tidak dipermalukan di hadapan teman-temanku di kelas, yang mana mereka akan terus mencelaku di sekolah, sehingga kemungkinan hal tersebut menyebabkan aku tidak dapat lagi meneruskan pendidikanku karena rasa malu. Maka saya mohon maaf sekali kepada Anda semua atas perilaku saya yang tidak sopan..”

Saat itu juga semua yang hadir di ruangan tersebut tak kuasa menahan air mata, bahkan beberapa guru menangis sambil memeluk siswi tersebut.

Maka tirai pun ditutup karena ada kejadian yang menyedihkan tersebut, dan kita berharap untuk tidak menyaksikannya.

Karenanya wahai saudara dan saudariku, ini adalah satu dari tragedi yang kemungkinan ada di sekitar kita, baik itu di lingkungan dan desa kita sementara kita tidak mengetahuinya atau bahkan kita terkadang berpura-pura tidak mengenal mereka.

Wajib bagi seluruh sekolah dan pesantren untuk mendata kondisi ekonomi para santri-santrinya agar orang yang ingin membantu keluarga fakir miskin dapat mengenalinya dengan baik.

Kita memohon kepada Allah agar tidak menghinakan orang yang mulia dan memohon pada-Nya agar Dia selalu menjaga kaum Muslimin di setiap tempat.

| Sumber: Majalah Islam Internasional Qiblati